Selasa, 29 Maret 2011

Special Order: Limbuk Cangik Community

Assalamu'alaikum

Tamimi merasa terhormat dapat pesanan khusus untuk mengerjakan kaos Limbul Cangik Community




Pada bagian belakang kaos ada puisi yang menarik karya dari bu widhi


Tentang Limbuk Cangik Community

Foto: http://maylamayla.wordpress.com

Pementasan Limbuk Cangik dalam pembukaan pameran Pahit Manis di Rumah Budaya Tembi (foto: www.tembi.org)
Aku pernah membaca buku tentang perempuan (judulnya lupa), ada kalimat menarik kira-kira seperti ini Menjadi Perempuan bukan dilahirkan tapi proses, maksudnya ( menurut aku ) jenis kelamin perempuan tidak membuat perempuan menjadi perempuan, tapi proses yang dijalani selama hidup itulah yang menjadikan perempuan. Kalau melihat penampilan Limbuk Cangik Community kalimat tersebut terasa tepat
Limbuk Cangik Community adalah komunitas seni yang beranggotakan perempuan dari berbagai kalangan. Mereka berekspresi mengeksplorasi dan mengkolaborasikan seni tari, musik dan teater menjadi sebuah pertunjukan yang berbeda dan menarik Usia teman-teman di Limbuk Cangik Community bervariasi, beberapa diantara mereka bahkan sudah mempunyai anak dan lebih dari satu. Mereka menunjukkan usia atau status bukan batasan untuk berkesenian. Perempuan bisa punya cita-cita apa saja, menjadi ibu bahkan bukan halangan untuk mewujudkannya.
Gelar Seni Yogya Semesta di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, 20/7/2010 . Pentas kolaborasi seni tari, musik, dan teater yang bertajuk "Obaho" (foto: www.female.kompas.com )


Limbuk Cangik Community belum lama terbentuk, baru sekitar 2 tahun, semoga mereka akan selalu berkembang dan berproses serta berbagi semangat dan spirit mereka untuk dunia dan khusunya perempuan.
Semoga lain kali bisa menulis lebih lengkap mengenai teman-teman Limbuk Cangik Community di blog ini.

Salam kreatif,
Nadiyah




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar